Sering Bermusuhan dengan India, China Tetap Ucapkan Selamat atas Kemenangan Narendra Modi

Ahmad Islamy Jamil
Jubir Kemlu China, Mao Ning. (Foto: Reuters)

Kendati demikian, partai berkuasa Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Modi mengalami penurunan jumlah perolehan suara yang signifikan. BJP tak bisa lagi membentuk pemerintahan sendiri pada pemilu 2024 karena peroleh kursi di parlemen masih di bawah angka yang dipersyaratkan. Dua partai koalisi pemerintah yang juga mendukung Modi pada pemerintahan sebelumnya, Telugu Desam Party (TDP) dan Janata Dal (United), menegaskan tetap solid untuk mendukung Modi pada periode mendatang.

Penurunan capaian BJP tersebut di luar prediksi banyak orang. Pasalnya, pada dua pemilu sebelumnya (2014 dan 2019), BJP mampu meraih mayoritas tunggal di DPR India.

Dengan kemenangan sederhana di pemilu mali ini, BJP mau tak mau harus berkoalisi dengan partai lain hingga memiliki jumlah suara yang cukup demi membentuk pemerintahan yang juga mengantarkan Modi kembali ke pucuk pemerintahan. Para analis menilai, Modi menghadapi prospek masa jabatan ketiga yang jauh lebih sulit dari perkiraan setelah partainya gagal memperoleh mayoritas untuk pertama kalinya sejak meraih kekuasaan satu dekade lalu.

“China siap bekerja sama dengan India untuk mendorong perkembangan hubungan kedua negara yang sehat dan stabil, demi kepentingan mendasar kedua negara dan masyarakat, dengan memperhatikan gambaran besar dan pandangan ke masa depan,” kata Mao Ning.

New Delhi mewaspadai meningkatnya keagresifan militer China di utara India. Perselisihan terkait perbatasan kedua negara raksasa Asia itu--yang panjangnya mencapai 3.500 kilometer--telah menjadi sumber ketegangan yang tiada henti.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Kerahkan Ratusan Alat Berat, China Buka Akses Jalan ke Perbatasan Nepal yang Lenyap akibat Banjir

2 hari lalu

Sinopsis Microdrama Bayi Jenius dan Istri Miliarder, Ada Plot Twist di Akhir!

3 hari lalu

Kisah 900 Siswa SMA Nepal Lolos dari Terjangan Banjir, Bus Terakhir Nyaris Dihantam Gelombang

3 hari lalu

Banjir Nepal: Korban Tewas Tembus 1.000 Orang, Ratusan Pekerja Terjebak di Terowongan PLTA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal