Setelah Facebook, Rusia Blokir Instagram gegara Halalkan Ujaran Kebencian dan Kekerasan

Anton Suhartono
Rusia blokir Instagram mulai 14 Maret (Foto: Reuters)

Jaksa Rusia kemudian meminta pengadilan untuk memasukkan perusahan raksasa teknologi Amerika Serikat itu sebagai organisasi ekstremis.

"Penyelidikan kasus kriminal telah dimulai, sehubungan dengan seruan ilegal untuk pembunuhan dan kekerasan terhadap warga Federasi Rusia oleh karyawan perusahaan Amerika, Meta, yang memiliki jejaring sosial Facebook dan Instagram," bunyi pernyataan Komite Investigasi, otoritas penyelidikan serupa FBI di AS.

Komite bahkan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Putin dalam penyelidikan kasus ini.

Presiden Meta Global Affairs Nick Clegg merespons keputusan Rusia menggelar pengelidikan dalam cuitan. Dia menjelaskan perusahaan ingin melindungi hak berbicara para penggunanya untuk menunjukkan ekspresi terhadap invasi Rusia ke Ukraina. Dia menegaskan kebijakan tersebut hanya berlaku untuk kasus invasi ke Ukraina.

"Kami tidak cekcok dengan warga Rusia. Tidak ada perubahan sama sekali dalam kebijakan kami tentang ujaran kebencian sejauh menyangkut orang-orang Rusia," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Akun Instagram Nyimas Laula si Wanita Marah-Marah di Gym Bali Hilang usai Banjir Hujatan!

57 tahun lalu

Fitur Username WhatsApp Tidak Aman dan Rentan Penipuan? Meta Buka Suara!

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal