TEL AVIV, iNews.id - Lembaga hak asasi manusia (HAM) Israel, B’Tselem, memperingatkan eskalasi pembersihan etnis di Tepi Barat, dilakukan pemukim ilegal Yahudi yang didukung pasukan Zionis. Para pemukim Israel tersebut berusaha mengusir keluarga-keluarga Palestina dari rumah serta merampas properti mereka di Kota Qusra, Nablus.
Menurut B’Tselem, dalam beberapa hari terakhir, para pemukim Israel mendirikan pos terdepan ilegal di halaman dua rumah warga Palestina di pinggiran Qusra. Tujuanny, memaksa keluarga-keluarga tersebut pergi, kemudian mengambil alih rumah mereka.
Di saat bersamaan, tak ada upaya dari militer Israel tidak mencegah para pemukim tersebut, apalagi melindungi keluarga-keluarga itu.
Direktur Eksekutif B’Tselem Yuli Novak mengatakan, perkembangan situasi di Qusra bukan insiden yang berdiri sendiri.
Dia menuduh milisi pemukim Yahudi, dengan dukungan militer Israel, meningkatkan serangan terhadap kota dan desa Palestina, merampas tanah, menyerang rumah-rumah, sampai para korban meninggalkan rumah mereka.