"Pembersihan etnis oleh Israel di Tepi Barat sedang meningkat dan meluas di hadapan mata semua orang," ujarnya, dikutip dari Anadolu, Kamis (13/8/2026).
Bulan lalu, militer Israel membiarkan para pemukim ilegal mengusir keluarga besar Tubasi dari rumah-rumah mereka di Desa Jalud setelah mengepung dan menyerangnya berulang kali. Setelah itu para pemukim merampas rumah-rumah itu.
Pola serupa dilakukan di beberapa komunitas Palestina lainnya, termasuk Ein Sinya, Turmusaya, Beita, dan Abu Falah.
B’Tselem juga merilis video menunjukkan yang menunjukkan para pemukim dan tentara Israel sedang berdoa di sekitar rumah-rumah warga Palestina di Qusra.
Sejak Oktober 2023 atau serangan ke Gaza, Israel memaksa pengungsian total terhadap 64 komunitas Palestina dan pengungsian sebagian terhadap 15 komunitas lain, berdampak pada lebih dari 4.800 warga Palestina, termasuk lebih dari 2.300 anak-anak.