PARIS, iNews.id - Hacker tak hanya menyerang unit pendingin di supermarket-supermarket Eropa, tapi juga bank darah. Beberapa hari terakhir publik Eropa dikejutkan dengan rusaknya bahan makanan beku dan sayuran di puluhan supermarket akibat peretasan terhadap alat pendingin dan freezer.
Namun sistem pendingin di bank darah Prancis ternyata juga menjadi target serangan.
Lembaga Darah Prancis (EFS) menyatakan, serangan siber menargetkan penyedia layanan pendingin yang memengaruhi sistem kontrol di tiga lokasi penyimpanan plasma dan sampel darah.
Serangan siber tersebut berupaya menaikkan suhu ke tingkat sangat tinggi, namun berhasil ditangkis sebelum kerusakan.
Plasma di lemari pendingin yang terkena dampak telah dipindah atau diamankan.
"Tidak ada konsekuensi kesehatan yang teridentifikasi, dan tidak ada produk darah yang rusak," bunyi pernyataan EFS, seraya menambahkan insiden itu tak mengganggu operasional distribusi.