Serangan siber tersebut pertama kali dilaporkan pada Rabu (4/11/2026) oleh surat kabar Le Canard Enchaine. Disebutkan, suhu telah diprogram untuk mencapai titik didih 110 derajat Celsius, padahal seharusnya suhu ideal -30 derajat Celcius.
"Sistem pemantauan dan alarm dengan cepat mendeteksi anomali tersebut, memungkinkan staf mengambil tindakan guna memastikan tidak ada darah atau sampel yang terganggu," demikian isi pernyataan.
Badan keamanan siber Prancis dan Kementerian Kesehatan menyatakan, penyelidikan sedang berlangsung, namun tidak menyebut pihak yang mungkin bertanggung jawab.
Akses jarak jauh ke lemari pendingin yang terpengaruh telah dinonaktifkan.
Coolworld, perusahaan pemasok unit pendingin, mengungkap kerentanan tersebut terkait dengan komponen dari pemasok pihak ketiga dan berada di luar kendali langsung perusahaan.