Shehbaz Sharif dilantik sebagai perdana menteri Pakistan yang baru (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

ISLAMABAD, iNews.id - Parlemen Pakistan melantik Shehbaz Sharif sebagai perdana menteri baru, Senin (11/4/2022), menggantikan Imran Khan yang digulingkan melalui mosi tak percaya pada Minggu (10/4/2022). Shehbaz dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Barat.

Pemilihan Shehbaz mengakhiri konflik pemerintahan yang berlangsung sepekan terakhir, meski Pakistan masih rentan terhadap gejolak politik dan ekonomi.

Shehbaz sebenarnya lebih dikenal sebagai administrator ulung ketimbang politikus. Dia merupakan adik Nawaz Sharif, perdana menteri Pakistan yang berkuasa tiga periode.

Para pengamat menilai, Shehbaz berbeda dengan kakaknya yang menikmati hubungan baik dengan militer. 

Setelah pemungutan suara, Shehbaz berjanji untuk mengatasi krisis ekonomi yang menyebabkan nilai tukat rupee Pakistan mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Selain itu bank sentral menaikkan suku bunga dengan angka terbesar sejak puluhan tahun.

"Jika kita harus menyelamatkan kapal tenggelam, yang kita butuhkan adalah kerja keras, serta persatuan, persatuan, dan persatuan. Kita memulai era baru pembangunan hari ini," katanya, dalam pidato perdana di hadapan anggota parlemen.

Sementara itu beberapa menit sebelum pemungutan suara yang memenangkan Shehbaz, para legislator dari partai pendukung Khan, Pakistan Tehreek e-Insaf (PTI), mengundurkan diri sebagai protes atas pembentukan pemerintahan oleh musuh-musuh politik.

"Kami mengumumkan semuanya mengundurkan diri," kata Shah Mahmood Qureshi, mantan menteri luar negeri dan wakil presiden partai PTI, kepada majelis. 

PTI mengajukan surat yang mencalonkan Qureshi sebagai calon perdana menteri, namun kalah.

Buntut dari pengunduran diri massal ini, Pakistan akan menggelar pemilihan sela untuk mengisi lebih dari 100 kursi yang kosong.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT