"Kita akan menyaksikan seberapa mumpuninya dia mengingat saat ini, sebagai seorang menteri, dia tidak bisa menghindari ombak keras dari publik," lanjutnya.
Shinjiro, yang meraih gelar master di bidang ilmu politik dari Universitas Columbia di New York serta pernah bekerja sebagai peneliti lembaga kajian Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, amat dikenal oleh kalangan 'tangan-tangan Jepang'—sebagaimana dilaporkan harian The Japan Times.
Istilah itu merujuk pada peneliti dan pakar mengenai Jepang yang memberi nasihat kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) serta punya pengaruh dalam membentuk kebijakan AS terhadap hubungan dagang dan pertahanan AS-Jepang.
"Walau sisi muda Koizumi, penampilan, retorika yang terkadang populis, dan kehadirannya di media membuat dia menarik banyak pengagum, kalangan pengritik menilai hal-hal itu merupakan kualitas berbeda bagi orang yang memerintah dan merampungkan banyak hal sebagai menteri kabinet," sebut harian The Japan Times.
Shinjiro Koizumi, dari partai berkuasa Liberal Demokratik, dipilih sebagai anggota majelis rendah parlemen Jepang pada 2009 setelah dirinya memenangi suara untuk menduduki kursi yang ditinggalkan ayahnya.