TEHERAN, iNews.id - Iran memanfaatkan waktu gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk mengisi ulang persenjataannya. Perundingan damai Iran-AS buntu, membuka peluang dimulainya kembali pertempuran setelah gencatan senjata 2 pekan berakhir pekan depan.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Iran, Reza Talaei-Nik, mengatakan militer telah menyiapkan rudal-rudal dan drone dengan jumlah yang cukup untuk operasi tempur lebih lanjut. Perang setelah gencatan senjata, jika kembali pecah, mungkin bisa lebih panjang dan ganas.
"Cadangan strategis angkatan bersenjata, dalam hal potensi rudal, kemampuan drone, amunisi, dan jenis senjata lainnya, telah diamankan sedemikian rupa," kata Talaei-Nik, kepada stasiun televisi Iran SNN, dikutip Selasa (14/4/2026).
Dengan kemampuan itu, lanjut dia, memungkinkan Iran melakukan tindakan ofensif dan defensif secara efektif untuk terus mengalahkan musuh.
Intelijen AS mengakui Iran masih memiliki kemampuan mematikan untuk menyerang pangkalan-pangkalan militernya di Timur Tengah meski banyak fasilitas rudalnya telah dibombardir.
Nasib gencatan senjata AS-Iran pasca-gagalnya perundingan masih belum jelas, apakah akan diperpanjang atau tidak. Namun kedua pihak menegaskan kesiapan masing-masing untuk melanjutkan pertempuran jika gencatan senjata tak diperpanjang, seharusnya berakhir pada Selasa pekan depan.