Siapa Reza Pahlevi, Sosok yang Dikaitkan dengan Demonstrasi Rusuh di Iran?

Anton Suhartono
Gelombang demonstrasi yang terjadi di Iran mencuatkan satu nama, Reza Pahlevi (Foto: AP)

JAKARTA, iNews.id - Iran diguncang demonstrasi besar dan berdarah sejak akhir Desember 2025, beberapa laporan menyebutkan telah merenggut ratusan nyawa. Demonstrasi pecah bermula di Teheran, diwarnai dengan aksi mogok para pemilik toko, dipicu anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar AS.

Gelombang demonstrasi yang sedang terjadi di Iran mencuatkan satu nama di tengah kerumunan massa dan slogan anti-pemerintah, Reza Pahlevi. Kini, dia dikaitkan erat dengan aksi protes yang menentang pemerintahan Republik Islam Iran.

Latar Belakang Singkat Reza Pahlevi

Reza Pahlevi lahir pada 31 Oktober 1960 di Tehran sebagai putra tertua dari Shah terakhir Iran, Mohammad Reza Pahlevi, yang digulingkan dalam Revolusi Iran 1979. Pada waktu itu, sistem monarki yang dipimpin keluarganya runtuh dan digantikan oleh pemerintahan teokratis di bawah Ayatollah Ruhollah Khomeini. Pahlevi dan keluarganya kemudian menjalani hidup dalam pengasingan selama hampir lima dekade.

Sebagai anggota dinasti Pahlevi, dia diangkat sebagai putra mahkota dan menduduki gelar Crown Prince, namun setelah revolusi, ia hidup sebagai tokoh oposisi di luar negeri, terutama di Amerika Serikat, tempat dia menetap dan aktif menyuarakan kritik terhadap rezim di Iran.

Perannya dalam Demonstrasi 2025-2026

Demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Iran dipicu awalnya oleh krisis ekonomi, termasuk inflasi tinggi, melemahnya mata uang nasional, serta harga kebutuhan pokok yang meroket. Ketidakpuasan ini kemudian berkembang menjadi tuntutan lebih luas termasuk perubahan sistem politik, dan kini sesekali disertai dengan slogan yang menyebut nama Pahlevi atau bahkan dukungan simbolis terhadap digantikannya rezim dengan bentuk pemerintahan lain.

Reza Pahlevi telah secara terbuka mengeluarkan seruan kepada demonstran untuk lebih dari sekadar protes jalanan. Dalam pesan yang ia bagikan melalui platform media sosial, dia meminta pendukungnya untuk mengatur demonstrasi massal, bahkan mengambil alih pusat-pusat kota sebagai simbol perlawanan terhadap rezim saat ini.

Selain itu, Pahlevi juga menyerukan koordinasi terhadap pekerja di sektor-sektor penting seperti transportasi, minyak, dan energi untuk melakukan strike nasional, strategi yang bertujuan menekan sendi-sendi ekonomi yang menopang rezim.

Visi dan Tujuan Politik

Meski berasal dari keluarga monarki, Pahlevi secara berulang mengatakan bahwa dia tidak ingin kembali memerintah sebagai raja otoriter seperti sebelum 1979. Sebagai gantinya, dia menyebut dirinya sebagai “perekat transisi menuju demokrasi”, seorang tokoh yang mendukung referendum bagi rakyat Iran untuk menentukan bentuk pemerintahan mereka sendiri, baik republik, monarki konstitusional, atau model lain yang dipilih secara demokratis.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
29 menit lalu

Ngeri! Trump Pertimbangkan Serang Iran

Internasional
1 jam lalu

Dari Es Abadi ke Pusat Konflik Global: Mengapa Greenland Diperebutkan?

Internasional
3 jam lalu

Iran Makin Kacau, Demonstran Rusuh Terancam Hukuman Mati

Internasional
4 jam lalu

Greenland Tolak Jadi Bagian Amerika: Berhenti Remehkan Kami!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal