Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilaporkan melakukan kunjungan rahasia ke Tel Aviv untuk bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keduanya disebut membahas kemungkinan serangan terhadap Iran.
Namun, Trump belum memberikan lampu hijau untuk melancarkan serangan tersebut. Menurut laporan NYT, dia beberapa kali memveto rencana serangan besar terhadap Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Awal Oktober ini, Trump mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu. Dia beralasan Washington dan Teheran masih terlibat dalam diskusi produktif.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih menjadi salah satu pertimbangan pemerintah AS, meskipun persiapan militer dilaporkan terus berlangsung.
Saat dimintai tanggapan oleh NYT, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintah tidak mengomentari rencana militer yang mungkin ada atau tidak ada.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa Trump tetap mempertimbangkan semua opsi untuk memastikan Iran tidak bisa memiliki senjata nuklir.
Hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai pelaksanaan serangan baru tersebut. Jika disetujui, operasi itu berpotensi menyasar sejumlah fasilitas strategis Iran, termasuk instalasi nuklir bawah tanah, persenjataan rudal dan drone, serta infrastruktur energi.