WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan menggelar latihan terbaru, termasuk melakukan penerbangan di wilayah udara Irak, untuk mempertajam manuver serangan ke Iran. Latihan ini berlangsung saat kedua negara menyusun rencana serangan besar-besaran terhadap Teheran setelah pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026.
Menurut laporan The New York Times (NYT), serangan yang direncanakan akan berlangsung secara intensif, tetapi dalam waktu singkat. Rencana tersebut disusun di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan AS dan Iran.
Latihan di langit Irak menjadi salah satu persiapan militer yang dilaporkan dilakukan untuk menghadapi kemungkinan operasi tersebut. Meski demikian, belum ada kepastian apakah Presiden AS Donald Trump akan menyetujui rencana serangan itu.
Target potensial operasi militer AS-Israel mencakup fasilitas nuklir, persenjataan rudal dan drone, serta infrastruktur energi Iran. Salah satu lokasi yang masuk dalam bidikan adalah Gunung Pickaxe, fasilitas bawah tanah yang dicurigai Washington dan Tel Aviv menjadi tempat program rahasia nuklir Iran.
Laporan NYT tersebut mengutip keterangan sumber pejabat AS yang telah mendapat pengarahan intelijen mengenai rencana serangan. Informasi itu juga mengungkap adanya pembahasan di tingkat tinggi mengenai kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran.