“Trump tidak pernah menyebut kata ‘negara Palestina’ sejak berkuasa di masa jabatan keduanya. Dia jelas memberi lampu hijau kepada Israel, tidak hanya untuk melakukan genosida di Gaza, tapi juga menghancurkan Kota Gaza sepenuhnya dan membersihkan etnis penduduknya. Sekarang, mereka ingin mencaplok Tepi Barat,” kata Barghouti.
Dia menambahkan, perubahan sikap negara-negara seperti Jerman, Spanyol, dan Norwegia seharusnya menjadi langkah awal menuju tekanan internasional yang lebih besar.
Barghouti menyerukan sanksi keras terhadap Israel, sebagaimana dunia pernah menjatuhkan sanksi pada rezim apartheid Afrika Selatan.
“Kejahatan Israel terhadap Palestina bahkan lebih dahsyat daripada yang terjadi di Afrika Selatan. Kami sudah mengalami genosida, tapi kami tidak ingin genosida ini membunuh seluruh warga Palestina di Gaza,” ujarnya.
Meski sejumlah negara mulai menarik dukungan militer atau finansialnya, Barghouti mengingatkan bahwa tanpa tekanan global yang kuat dan konsisten, kebijakan Israel terhadap Palestina tidak akan berubah.