Singgung Nuklir, Mantan Presiden Rusia Sebut Sanksi AS kepada Negaranya Mengancam Kehidupan Manusia

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Mantan Presiden RusiaDmitry Medvedev menegaskan upaya Amerika Serikat dan Barat menghukum negara pemilik nuklir, seperti Rusia, terkait perang di Ukraina, justru akan membahayakan kehidupan umat manusia. Rusia dan Amerika Serikat (AS) merupakan dua negara pemilik hulu ledak nuklir terbesar di dunia. 

Data Federasi Ilmuwan Amerika mengungkap, sekitar 90 persen hulu ledak di dunia dimiliki Rusia dan AS. Masing-masing memiliki sekitar 4.000 hulu ledak.

“Ide untuk menghukum salah satu negara potensial nuklir terbesar adalah tidak masuk akal. Berpotensi menimbulkan ancaman bagi keberadaan umat manusia,” kata pria yang juga menjabat Ketua Dewan Keamanan Rusia itu, di Telegram, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/7/2022).

Medvedev menyebut AS sebagai negara yang telah menumpahkan darah di seluruh dunia, merujuk pada pembunuhan penduduk asli Amerika, serangan bom atom di Jepang, serta sejumlah perang mulai dari Vietnam hingga Afghanistan.

Upaya untuk menggunakan pengadilan internasional guna menyelidiki serangan Rusia di Ukraina, kata dia, akan sia-sia serta berisiko menimbulkan kehancuran global. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
14 jam lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

2 jam lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

16 jam lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

18 jam lalu

Terungkap! Ini Penyebab Komponen Jet Tempur Canggih Buatan AS F-35 Jatuh ke Tangan China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal