Singgung Nuklir, Mantan Presiden Rusia Sebut Sanksi AS kepada Negaranya Mengancam Kehidupan Manusia

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev (Foto: Reuters)

Ukraina serta sekutu Baratnya menyebut pasukan Rusia melakukan kejahatan perang. Rusia disebut merampas tanah sehingga memicu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Pada Minggu lalu, Rusia merebut Provinsi Luhansk setelah menaklukkan kota terakhir di wilayah itu, Lysychansk. Luhansk merupakan salah satu provinsi yang menjadi target untuk dimerdekakan dari Ukraina. Satu provinsi lagi Donetsk kini menjadi target Rusia selanjutnya.

Beberapa hari sebelum mengumumkan operasi militer khusus di Ukraina, Presiden Vladimir Putin mengakui berdirinya Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Serangan Bom Rusia Hantam Bus Penuh Penumpang di Ukraina, 30 Orang Tewas

2 hari lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

2 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

2 hari lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal