Singgung Nuklir, Mantan Presiden Rusia Sebut Sanksi AS kepada Negaranya Mengancam Kehidupan Manusia

Anton Suhartono
Dmitry Medvedev (Foto: Reuters)

Ukraina serta sekutu Baratnya menyebut pasukan Rusia melakukan kejahatan perang. Rusia disebut merampas tanah sehingga memicu konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Pada Minggu lalu, Rusia merebut Provinsi Luhansk setelah menaklukkan kota terakhir di wilayah itu, Lysychansk. Luhansk merupakan salah satu provinsi yang menjadi target untuk dimerdekakan dari Ukraina. Satu provinsi lagi Donetsk kini menjadi target Rusia selanjutnya.

Beberapa hari sebelum mengumumkan operasi militer khusus di Ukraina, Presiden Vladimir Putin mengakui berdirinya Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Buletin
10 jam lalu

Mojtaba Khamenei Dirawat di Rusia, Putin Diduga Turun Tangan

Internasional
15 jam lalu

Mojtaba Khamenei Disebut Diam-diam Diterbangkan ke Rusia untuk Operasi 

Internasional
17 jam lalu

Iran Dapat Info Akan Ada Peristiwa Mirip Serangan 9/11 di AS lalu Teheran Dituduh Pelakunya

Internasional
5 jam lalu

Trump Paksa China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal