Sosok Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mantan Aktor Kini Panglima Angkatan Bersenjata Lawan Rusia

Anton Suhartono
Volodymyr Zelensky (Foto: Reuters)

"Kita perlu segera mengisi kembali tentara serta formasi militer lainnya. Sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, saya mengeluarkan dekrit wajib militer cadangan untuk periode khusus. Kita harus meningkatkan kesiapan tentara untuk menghadapi semua kemungkinan," katanya.

Dia juga mengkritik para kedutaan besar asing dan pengusaha Ukraina yang meninggalkan negara itu atas alasan keamanan. Zelnsky mengulangi seruan kepada para pengusaha agar tetap bertahan dengan alasan kepergian mereka sama saja sengaja membantu Presiden Putin untuk mengacaukan Ukraina.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, Zelensky berhasil mendapat pujian para pemimpin Barat atas ketenangan dan seruannya kepada warga Ukraina untuk tidak panik, meski Rusia menempatkan hingga 150.000 pasukan di dekat perbatasan.

Zelensky bisa dibilang tak punya pengalaman memimpin negara di masa perang. Dia menjadi terkenal dalam serial televisi 'Servant of the People', berperan sebagai guru sekolah yang jujur. Nasib mengubah perjalanan hidupnya dengan terpilih sebagai presiden.

Saat itu dia diuntungkan atas ketidakpuasan publik terhadap elite politik korup Ukraina, sehingga meraih kemenangan mutlak atas pesaing utama seorang pengusaha kaya, Petro Poroshenko, dalam pilpres pada April 2019.

Setelah memenangkan kursi presiden dengan perolehan suara telak, dia berjanji untuk mengatasi korupsi yang merusak transisi Ukraina dari komunisme ke demokrasi. Namun di balik visinya, Rusia selalu menjadi penghalang terbesar untuk membangun Ukraina sebagai negara Eropa yang modern, demokratis, dan stabil.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Buletin
9 jam lalu

Mojtaba Khamenei Dirawat di Rusia, Putin Diduga Turun Tangan

Internasional
14 jam lalu

Mojtaba Khamenei Disebut Diam-diam Diterbangkan ke Rusia untuk Operasi 

Internasional
2 hari lalu

Zelensky Tuduh Rusia Kirim Drone Kamikaze ke Iran untuk Perang Lawan AS-Israel

Internasional
4 hari lalu

Ini Alasan Rusia-China 'Tak Dukung' Iran saat Voting Resolusi DK PBB soal Serang Negara Teluk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal