Sosok Rasmus Paludan, Politikus Denmark yang Sering Bakar Alquran

nevriza wahyu utami
Rasmus Paludan (Foto: Reuters)

Pria yang juga pernah menjadi dosen salah satu universitas Swedia itu beberapa kali melakukan aksi yang memicu kerusuhan di tempat-tempat yang dihuni banyak warga Muslim. Lewat aksi provokatifnya, dia dikenal sebagai politikus anti-imigran, anti-Islam, dan terkenal pula dengan sikapnya yang rasis. 

Paludan pernah dihukum penjara karena melakukan aksi rasisme. Dia dijatuhi 14 dakwaan, termasuk rasisme, pencemaran nama baik, dan kecelakaan yang merenggut nyawa seorang pria. Akibatnya, dia dilarang beraktivitas sebagai pengacara selama 3 tahun dan mengemudi selama setahun.

Dia pernah merencanakan unjuk rasa di Berlin, Jerman, pada Oktober 2020 namun dilarang masuk negara itu. Tak sampai di situ, Paludan bersama lima aktivis lainnya ditangkap di Belgia atas tuduhan ingin menyebarkan kebencian dengan membakar Alquran di Brussels.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Zohran Mamdani Gunakan Alquran Milik Kakek untuk Pelantikan Wali Kota New York

Internasional
8 hari lalu

Trump Ingin Rebut Greenland, Uni Eropa Tegaskan Dukung Denmark

Internasional
9 hari lalu

Nah, Utusan Khusus Trump Sebut AS Tak Berniat Caplok Greenland dari Denmark

Internasional
10 hari lalu

Trump Tepis Ingin Rebut Greenland karena Sumber Daya Alam: Amerika Sudah Punya Banyak!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal