Bom bunuh diri meledak dengan kekuatan besar di tiga hotel dan tiga gereja. Hal ini bisa dilihat dari kerusakan yang disebabkan, di mana atap-atap bangunan runtuh dan kaca-kaca jendela pecah. Dinding bagian dalam juga rusak seperti ditembak peluru.
Di Gereja St Sebastian Kota Negombo, ledakan sangat dahsyat merusak atap sehingga menimpa jemaat yang sedang menghadiri misa Paskah.
Namun pihak berwenang masih menyelidiki bahan peledak yang digunakan dalam enam serangan, yang diikuti dua ledakan lagi, yakni di satu hotel dan rumah.
Sejauh ini, pelaku diyakini tidak menggunakan C4, bahan peledak pilihan untuk yang biasa digunakan gerilyawan Macan Tamil dalam pemberontakan yang berakhir pada 2009.
Salah satu petunjuk terletak dalam video salah satu pria yang diyakini sebagai pelaku. Dia terekam CCTV sebelum memasuki Gereaja St Sebastians. Dia membawa ransel yang penuh dan berat, sebelum memasuki dan terjadi ledakan besar.