Sri Lanka Revisi Jumlah Korban Tewas Serangan Bom, dari 359 ke 253

Anton Suhartono
Bom di Gereja St Anthony (Foto: Twitter)

KOLOMBO, iNews.id - Pemerintah Sri Lanka merevisi jumlah korban tewas dalam aksi bom bunuh diri di hotel dan gereja yang terjadi pada Minggu (21/4/2019). Dari total 359 korban tewas yang diumumkan sebelumnya, diubah menjadi 253 atau 100 lebih.

Kesalahan dalam penentuan jumlah ini karena kondisi jenazah yang terpotong-potong akibat kuatnya ledakan, sehingga ada beberapa potongan tubuh yang sebenarnya satu jasad tapi dihitung lebih.

"Banyak korban termutilasi dengan buruk, ada penghitungan ganda," kata kementerian kesehatan, dikutip dari AFP, Jumat (26/4/2019).

Direktur jenderal Kementerian Kesehatan Anil Jasinghe mengatakan, kondisi jasad yang rusak menyulitkan tim forensik dalam memberikan data jumlah korban tewas yang akurat.

"Dalam ledakan seperti ini, tubuh termutilasi. Tidak selalu mungkin mendapatkan korban dalam kondisi tubuh lengkap. Ini penyebab sulitnya menentukan jumlah yang tepat," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Jelang Natal, Polri Gencar Perbaiki Gereja hingga Posko Ibadah di Sumut

Nasional
17 hari lalu

RI Beli Hotel dan Lahan di Makkah untuk Kampung Haji, Jaraknya 2,5 Km dari Masjidil Haram

Bisnis
19 hari lalu

Danantara Beli Hotel dan Lahan 4,4 Ha di Makkah, Lokasi Dekat Masjidil Haram

Megapolitan
20 hari lalu

Pramono Resmikan Gereja HKBP Pondok Kelapa, Urus Izin 35 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal