Swiss Batalkan Pengiriman Senjata dari Jerman ke Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Tank Marder buatan Jerman berada di Pangkalan Militer Rukla, Lithuania, Jumat (22/4/2022). (Foto: Reuters)

Kanselir Jerman Olaf Scholz saat ini menghadapi kritik deras atas kegagalan pemerintahnya mengirimkan senjata berat ke Ukraina, bahkan ketika negara-negara sekutu Barat lainnya berusaha meningkatkan pengiriman mereka. Sebagian kalangan menilai, pasokan senjata dari Barat dapat membantu Kiev menangkis serangan Rusia.  

Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

Internasional
4 hari lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

Nasional
4 hari lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Internasional
4 hari lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Internasional
9 hari lalu

Putin Ucapkan Selamat Idul Adha, Puji Peran Umat Islam bagi Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal