Syekh Meshal Dilantik Jadi Emir Kuwait yang Baru, Pidato Kritik Pemimpin Sebelumnya

Anton Suhartono
Kuwait punya emir baru, Syekh Meshal Al Ahmad Al Sabah (Foto: Reuters)

Meski tidak setuju dengan beberapa kebijakan emir sebelumnya, Syekh Meshal tetap memujinya karena setia.

Syekh Meshal sebenarnya sudah menjadi penguasa harian di masa kepemimpinan Syekh Nawaf yang juga saudara tirinya yang meninggal di usia 86 tahun. Ini karena Syekh Nawaf tak bisa menjalankan tugas karena sakit.

Negara Teluk itu memiliki cadangan minyak terbesar ketujuh di dunia dan merupakan anggota OPEC. Kuwait juga sekutu dekat Amerika Serikat. Kuwait bisa dibilang berutang budi kepada AS yang pada 1991 membantu pembebasan dari pendudukan Irak.

Syekh Meshal berkomitmen Kuwait akan mempertahankan komitmennya terhadap Teluk, kawasan, dan internasional.

Kuwait melarang partai politik sehingga kandidat kepala pemerintahan mencalonkan diri dari jalur independen. Badan legislatifnya memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan lembaga serupa di negara kerajaan Teluk lainnya. Salah satu wewenangnya adalah mengesahkan dan membatalkan undang-undang, memainggil menteri, serta mengajukan mosi tidak percaya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Luncurkan Rudal dan Drone! Iran Gempur 8 Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait

57 tahun lalu

Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain

57 tahun lalu

Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone

57 tahun lalu

Detik-Detik Bandara Kuwait Diguncang Ledakan Drone Iran, 63 Orang Terluka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal