Syekh Mohammed Ditunjuk Jadi Perdana Menteri Kuwait yang Baru

Anton Suhartono
Syekh Mohammed Sabah Al Salem Al Sabah ditunjuk sebagai perdana menteri Kuwait yang baru (Foto: X)

China semakin diterima di Teluk, terutama setelah menjadi penengah normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Iran pada Maret 2023.

Semenatar itu di dalam negeri, Kuwait bergulat dengan ketegangan antara sesama anggota kerajaan serta para pengkritik di parlemen. Ketegangan itu kerap kali mengalami kebuntuan dan perpecahan yang dampaknya menghambat reformasi fiskal dan ekonomi negara dengan cadangan minyak ke-7 terbesar di dunia itu.

Kebuntuan politik di Kuwait selama puluhan tahun menyebabkan perombakan kabinet dan pembubaran parlemen.

Badan legislatif Kuwait memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan kebijakan pemerintah, berbeda dengan badan serupa lainnya di negara Teluk. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 hari lalu

Tak Beri Ampun! Iran Gempur Pangkalan Militer AS Lagi, di Kuwait dan Uni Emirat Arab

11 hari lalu

Balas Dendam! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di 3 Negara Timur Tengah Sekaligus

2 bulan lalu

Kuwait Bantah Ikut Serang Iran: Laporan Menyesatkan!

2 bulan lalu

Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal