Tagihan RS Rp2,6 M, Bayi Pasutri Inggris 'Tersandera' di Singapura

Anton Suhartono
Wilkinson dan suaminya melihat bayi mereka di inkubator (Foto: Caters)

Wilkinson dan Walsh-Kavanagh tak memiliki uang untuk membayar tagihan sehingga kebingungan. Hukum di Singapura juga tak membolehkan mereka bekerja.

Akhirnya pasutri itu memutuskan pulang lebih dulu meninggalkan Lorcan sambil mencari dukungan dana kepada masyarakat melalui penggalangan di internet.

"Kami harus pulang sendiri, 14 jam jauhnya dari keluarga dan teman-teman. Ini merupakan awal yang sangat sulit untuk menjadi orangtua sementara Lorcan tetap di rumah sakit," kata Wilkinson.

Pasangan tersebut sementara ini masih tinggal di sebuah flat sewaan dekat rumah sakit. Mereka menggunakan uang hasil tabungan saat bekerja di Australia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
20 jam lalu

Negara ASEAN Siap Bantu Padamkan Karhutla, Menko Polkam: Dipersilakan Saja

23 jam lalu

Panettone hingga Stollen, Roti Khas Natal Eropa Hadir dengan Sentuhan Modern di Singapura

3 hari lalu

Singapura Selidiki 7 Perusahaan Terkait Karhutla, PM Lawrence Wong Ancam Sanksi Tegas Lintas Batas

7 hari lalu

Akademisi NTU Singapura Pertanyakan Jalur Pendidikan Gibran: Advanced Diploma Tak Setara SMA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal