TEL AVIV, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum Pusat Israel merilis hasil akhir pemilu parlemen, Jumat (30/10/2026). Hasilnya kubu Benjamin Netanyahu unggul dalam perolehan suara yakni merebut 53 kursi parlemen Knesset, disusul kubu oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot, dan partai-partai Arab dengan 19 kursi.
Bagi kubu Netanyahu, raihan kali ini merupakan kemunduran signifikan karena dalam pemilu sebelumnya pada 2022, bloknya merebut 64 kursi sehingga bisa membentuk pemerintahan sendiri. Sementara itu bagi partai Arab, perolehan kali ini merupakan rekor terbesar. Pada pemilu 2022, gabungan partai Arab yakni Joint List dan Ra'am hanya meraih 10 kursi.
Setiap blok harus bisa meraih setidaknya 61 kursi parlemen dari total 120 yang diperebutkan.
Penghitungan suara akhir menunjukkan, koalisi sayap kanan garis keras pimpinan Netanyahu maupun aliansi oposisi utama Eisenkot tidak memperoleh cukup suara untuk membentuk pemerintahan.
Hasil ini membuka jalan bagi negosiasi alot dan ketidakpastian politik yang bisa berlangsung beberapa pekan ke depan.