Tak Ada Pemenang Pemilu Israel, Akankah Oposisi Gandeng Partai Arab Gulingkan Netanyahu?

Anton Suhartono
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AP)

Menurut Shapira, berdasarkan hukum Israel serta preseden pemilu sebelumnya, pemimpin partai yang mendapat rekomendasi terbanyak dari para pemimpin partai saat berkonsultasi dengan Presiden biasanya akan diberi prioritas.

Sementara itu tingkat partisipasi pemilih mencapai angka tertinggi sejak 1999.

Netanyahu tampil lebih baik dari perkiraan, memanfaatkan kekhawatiran para pemilih terhadap kekuatan politik Arab dan potensi ancaman keamanan untuk meraup suara terbanyak.

Sepanjang masa kampanye, Eisenkot memposisikan dirinya sebagai antitesis bagi Netanyahu. Dia menegaskan Netanyahu telah mendorong Israel ke jurang otoritarianisme dan merusak reputasi Israel di kancah internasional.

Keunggulan Netanyahu di parlemen menghadirkan pilihan sulit bagi Eisenkot dan bloknya yang memiliki keragaman ideologi: apakah akan menjalin aliansi dengan partai-partai Arab atau justru bergabung dengan Netanyahu dalam pemerintahan persatuan nasional.

Proses pembentukan pemerintahan bisa menjadi alot dan panjang, memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
24 jam lalu

Pemilu Israel, Peneliti: Netanyahu Kalah Belum Tentu Hadirkan Perdamaian di Palestina

2 hari lalu

Diproyeksikan Raih 19 Kursi Parlemen Israel, Partai Arab Ingin Gulingkan Netanyahu

2 hari lalu

Update Pemilu Israel: Kubu Netanyahu Raih 53 Kursi, Eisenkot 48, Partai Arab 19 Kursi

2 hari lalu

Netanyahu Dibayangi Kekalahan, Oposisi Israel Unggul dalam Exit Poll Pemilu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal