Ada dua kelompok di Taiwan yang saling berlawanan dalam memperingati Hari Nasional China. (Foto: Reuters)
Umaya Khusniah

TAIPEI, iNews.id - Ada dua kelompok di Taiwan yang saling berlawanan dalam memperingati Hari Nasional China. Ada yang mengibarkan bendera China, dan sebaliknya, membakar simbol negara tersebut. 

Di sebuah perdesaan Tainan di bagian selatan, Partai Komunis Rakyat Taiwan mengumpulkan sekitar 200 orang di mana sebagian besar lansia. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan China dan mengibarkan bendera negara itu pada Sabtu (1/10/2022). 

Dalam rilisnya, partai itu menyebut prosesi tersebut merupakan bagian suci dari wilayah China.

Ketua partai yang tidak memiliki pejabat terpilih dan sangat pinggiran, Lin Te-wang (67) mengatakan kepada Reuters, China bukanlah ancaman, meskipun latihan perang baru-baru ini dikutuk oleh semua partai arus utama Taiwan.

"Latihan militer bagus untuk Taiwan karena menunjukkan keagungan kekuatan militer China secara internasional," katanya. 

Di sisi Taiwan yang lain, Partai Pembangunan Negara Taiwan yang pro-kemerdekaan membakar bendera China di hari yang sama. Pembakaran bendera dilakukan di sebuah kapal di lepas pantai selatan Taiwan, di area laut tempat China menggelar latihan Agustus lalu.

Mereka juga meneriakkan slogan-slogan termasuk lindungi Taiwan sampai mati.

Ketua Partai Chen Yi-chi mengatakan kepada Reuters, membakar bendera itu tidak provokatif.

"Bagaimana pembakaran bendera bisa ekstrem? Jika Anda ingin menunjukkan perlawanan Anda untuk membela Taiwan sekarang, jika membakar bendera itu ekstrem, apa yang akan Anda lakukan ketika tembakan artileri datang?" katanya. 

Partai itu kehilangan satu-satunya anggota parlemen tahun lalu setelah dia tersingkir dalam pemilihan ulang.

Sebagai informasi, 1 Oktober menandai ketika Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Tiongkok pada 1949. Pemerintah Republik Tiongkok yang dikalahkan melarikan diri ke Taiwan pada akhir tahun. Kedua kubu, hingga saat ini, tidak mengakui satu sama lain.

Hari nasional Tiongkok tidak secara resmi ditandai dengan cara apa pun di Taiwan. China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Sebaliknya, Taipei menegaskan, Beijing tidak memiliki hak untuk mengklaim atau berbicara atas nama rakyat Taiwan.



Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT