Taliban menggelar parade militer di Kabul melibatkan puluhan kendaraan lapis baja peninggalan AS serta heli tempur Rusia (Foto: Reuters)
Anton Suhartono

KABUL, iNews.id - Pemeritahan Afghanistan di bawah Taliban menggelar parade militer di Kabul, Minggu (14/11/2021), melibatkan senapan serbu dan armada tempur lapis baja yang ditinggalkan pasukan Amerika Serikat (AS). Selain itu Taliban juga menunjukkan helikopter tempur buatan Rusia.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Enayatullah Kwarazmi, seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/11/2021), mengatakan parade itu digelar terkait kelulusan 250 personel hasil pelatihan militer terbaru. 

Disebutkan parade melibatkan puluhan kendaraan keamanan lapis baja M117 buatan AS yang melaju perlahan di jalan utama Kabul serta helikopter MI-17 yang melintas di atasnya. Sementara itu para tentara membawa senapan serbu M4 AS.

Sebagian besar senjata dan peralatan tempur yang digunakan Taliban saat ini merupakan peninggalan AS, termasuk yang ditinggalkan pasukan keamanan pemerintahan Afghanistan sebelumnya. Persenjataan itu sebelumnya digunakan untuk melawan Taliban.

Berdasarkan laporan yang dirilis akhir tahun lalu oleh Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afghanistan (Sigar), pemerintah AS mengirim lebih dari peralatan tempur senilai 28 miliar dolar AS, termasuk senjata, amunisi, kendaraan, alat pemindai gelap, pesawat, serta sistem peringatan, dari 2002 hingga 2017.

Taliban dianggap sebagai pemberontak selama 2 dekade setelah mereka digulingkan dari pemerintahan Afghanistan oleh kelompok oposisi yang dibantu Amerika Serikat (AS) pascaserangan 11 September.

Namun setelah AS mengumumkan menarik semua pasukan dari Afghanistan, kondisi berbalik. Taliban secara beruntun memenangkan peperangan melawan pasukan pemerintah hingga puncaknya pada pertengahan Agustus lalu merebut Ibu Kota Kabul. Pasukan keamanan sebagian menyerahkan diri dan yang lainnya kabur ke negara tetangga, meninggalkan peralatan perang bantuan dari AS.

Taliban memberikan pengampunan kepada mantan pasukan keamanan Afghanistan bahkan mengajak mereka bergabung kembali ke tentara nasional. Pejabat Afghanistan mengatakan, pilot, mekanik, serta para ahli lain bekas anggota tentara nasional akan digabungkan dalam pasukan yang baru dibentuk.


Editor : Anton Suhartono

BERITA TERKAIT