Taliban Kuasai Aybak, Ibu Kota Provinsi Keenam yang Direbut dari Pemerintah Afghanistan

Ahmad Islamy Jamil
Pasukan Afghanistan berusaha mempertahankan wilayah dari serangan Taliban. (Foto: Reuters)

Keuntungan yang didapat Taliban sejak penarikan pasukan asing dari Afghanistas menuai reaksi keras dari Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace. Kepada Daily Mail, dia menyebut kesepakatan yang dicapai tahun lalu antara Amerika Serikat dan Taliban adalah “kesepakatan busuk”.

Wallace mengatakan, Inggris telah meminta beberapa sekutu NATO untuk mempertahankan pasukan mereka di Afghanistan begitu pasukan AS pergi. Akan tetapi, London gagal mengumpulkan cukup dukungan untuk meneruskan operasi militer di negara Asia itu.

“Beberapa mengatakan mereka (pemerintah negara-negara NATO) tertarik, tetapi parlemen mereka tidak. Ini menjadi jelas dengan cepat bahwa tanpa Amerika Serikat sebagai negara kerangka, opsi (untuk mempertahankan pasukan asing di Afghanistan) ini telah ditutup,” kata Wallace.

Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer, menolak seruan agar tentaranya kembali ke Afghanistan setelah gerilyawan Taliban merebut Kunduz, kemarin. Sebelumnya, pasukan Jerman turut berjaga di Afghanistan selama satu dekade.

Seorang juru bicara Taliban pada Minggu (8/8/2021) memperingatkan AS agar tidak ikut campur setelah militer Amerika melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan Pemerintah Afghanistan yang terkepung di Kunduz. Apalagi, Amerika Serikat sudah berjanji untuk menarik sebagian besar pasukannya dari negara itu pada akhir bulan ini.

UNICEF mengatakan 20 anak tewas dan 130 anak terluka di Provinsi Kandahar yang terletak di wilayah selatan dalam 72 jam terakhir. “Kekejaman semakin meningkat dari hari ke hari,” kata Hervé Ludovic De Lys, perwakilan UNICEF di Afghanistan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

2 hari lalu

Mengenal Sistem Pertahanan Patriot yang Digunakan Arab Saudi Cegat Rudal Houthi

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Pertimbangkan Longgarkan Sanksi Kapal Tanker

2 hari lalu

Peawat Jatuh di AS Tewaskan 6 Orang, Pilot Laporkan Ada Es di Sayap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal