Taliban Minta Para Profesor yang Melarikan Diri untuk Pulang dan Bangun Negeri

Ahmad Islamy Jamil
Para pendiri dan pemimpin Taliban yang kembali berkuasa di Afghanistan. (Foto: Ist.)

KABUL, iNews.id – Pemerintah Afghanistan, yang kini dipimpin oleh gerakan Taliban, meminta para profesor yang melarikan diri dari negara itu untuk pulang. Penguasa baru Afghanistan tersebut meminta para pakar dari berbagai universitas untuk membantu mereka membangun kembali negeri itu dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Afghanistan adalah rumah bersama dari semua kelompok etnik dan kami bertanggung jawab atas perkembangan mereka. Tanpa kemakmuran, sistem pendidikan negara tidak lengkap,” demikian pernyataan  Kementerian Pendidikan Tinggi Afghanistan, seperti dikutip media nasional setempat, Ariana News, Jumat (11/2/2022).

“Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Tinggi mengundang semua profesor yang telah meninggalkan negeri ini (untuk kembali ke rumah),” bunyi pernyataan itu lagi.

Kementerian itu menekankan bahwa Imarah Islam Afghanistan (nama baru negara yang diproklamasikan Taliban sejak menguasai Afghanistan) berfokus pada pendidikan sebagai bagian dari kebijakannya untuk mendorong pembangunan negara. Instansi itu pun menyatakan, dana yang ada saat ini akan dialokasikan untuk mempekerjakan staf akademik baru.

“Kami meminta para kader yang telah meninggalkan tanah air untuk kembali dan melanjutkan profesi suci mereka dan berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan negara. Kementerian Pendidikan Tinggi menyanggupi untuk membayar semua manfaat spiritual dan ekonomi dari para guru besar ini,” demikian tambahan dari pernyataan itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Masjid Dibom saat Salat Jumat, 31 Orang Tewas Ratusan Lainnya Luka

Nasional
4 hari lalu

Megawati Minta PBB Segera Buat Hukum Internasional Atur AI

Nasional
6 hari lalu

PBB Terancam Bangkrut, Kemlu: Kita Telah Melaksanakan Kewajiban Kita

Internasional
7 hari lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal