Taliban Minta Para Profesor yang Melarikan Diri untuk Pulang dan Bangun Negeri

Ahmad Islamy Jamil
Para pendiri dan pemimpin Taliban yang kembali berkuasa di Afghanistan. (Foto: Ist.)

Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada Agustus lalu memicu gelombang warga Afghanistan yang melarikan diri dari negara itu. Orang-orang itu terpaksa meninggalkan tanah air mereka, karena takut akan kemungkinan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang merajalela ketika mereka hidup di bawah rezim Taliban.

Menurut Badan PengungsiPBB, jumlah pengungsi Afghanistan yang terdaftar di negara tetangga Pakistan saja melebihi 1,4 juta jiwa. Di Iran, ada lebih dari 780.000 warga Afghanistan yang terdaftar, sedangkan 2,25 juta jiwa lagi adalah pengungsi ilegal.

Pascabangkitnya Taliban, hampir 40 juta orang Afghanistan jatuh ke dalam kesulitan ekonomi dan krisis kemanusiaan. Separuh dari populasi negara itu membutuhkan bantuan bantuan dan 22 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut. 

PBB memperkirakan bahwa hingga 97 persen penduduk Afghanistan dapat terperosok ke bawah garis kemiskinan pada pertengahan 2022.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Laut Arab, Diduga Jatuh

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?

57 tahun lalu

Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas

57 tahun lalu

Kemendagri Raih Penghargaan PBB, Inovasi Sistem Keuangan Desa Diakui Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal