Namun data berbeda diungkap kelompok pemantau Observatorium Kordofan yang menyebutkan tambang mulai runtuh sejak Minggu (13/9/2026). Bagian yang runtuh merupakan kompleks lubang yang saling terhubung, membentang lebih dari 1 km. Disebutkan, 70 penambang tewas atau hilang di lokasi tersebut.
Al Amin Suliman, salah satu korban selamat, mengatakan petugas menemukan 60 jenazah hingga Rabu (15/9/2026) pagi dan masih banyak orang terjebak di dalam.
Sudan merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia, namun kecelakaan tambang mematikan bukan hal langka di negara itu.
Insiden tambang runtuh pada 2023 menewaskan 14 orang dan kejadian serupa pada 2021 merenggut 38 nyawa.
Sejumlah besar emas diselundupkan ke luar negeri untuk membiayai operasional RSF.
Sudan terjerumus dalam perang saudara sejak April 2023, waktu dimulainya pertempuran antara RSF dan pasukan pemerintah Sudan. Konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 59.000 orang, berdasarkan data Armed Conflict Location & Event Data.