Tanggapi Rusuh di Papua, PBB: Kami Amati sejak Desember 2018

Anton Suhartono
Michelle Bachelet (Foto: AFP)

(Aksi damai di Surabaya/AFP)

"Seharusnya tidak ada tempat untuk kekerasan semacam itu di Indonesia, negara yang demokratis dan beragam. Saya mendorong pihak berwenang untuk terlibat dalam dialog dengan rakyat Papua dan Papua Barat mengenai aspirasi dan keprihatinan mereka," tuturnya.

Selain itu, Bachelet juga meminta pemerintah untuk memulihkan layanan internet dan menahan diri dari hal-hal yang berlebihan, seperti penggunaan kekuatan.

"Penutupan akses internet kemungkinan akan bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan membatasi komunikasi (saehingga) dapat memperburuk ketegangan," ujar perempuan asal Cile berusia 67 tahun itu.

Lebih lanjut dia menyambut seruan Presiden Joko Widodo serta para pejabat pemerintah untuk menangkal menyebarnya rasisme dan diskriminasi. Dua isu ini merupakan hal sensitif di Papua dan Papua Barat.

“Saya menyambut seruan yang disampaikan Presiden Widodo dan tokoh-tokoh lainnya terhadap rasisme dan diskriminasi, masalah lama dan serius di Provinsi Papua dan Papua Barat, yakni untuk berdialog dan menciptakan ketenangan," kata dia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Berburu Hewan yang Dilindungi di Papua, Pasutri asal China Diusir dari Indonesia

6 hari lalu

Menko Polkam Ingatkan Hormati Simbol Negara, Jaga Perdamaian Papua dan Kondusivitas Aceh

7 hari lalu

Iqbaal Ramadhan Pernah Tinggal 3 Tahun di Papua, Sering Main ke Raja Ampat Sebelum Viral

13 hari lalu

Aksi Prajurit Koops Habema Bantu Warga Butuh Pertolongan di Ugimba, Kerahkan Helikopter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal