Tangisan Korban Gempa Turki dan Suriah: Terjebak Puing, Mayat Bergelimpangan, dan Suhu Mendekati Titik Beku

Ahmad Islamy Jamil
Tim penyelamat berusaha mengevakuasi para korban gempa dahsyat di Turki, Senin (6/2/2023). (Foto: Reuters)

Di Kahramanmaras, sebelah utara Antakya, para keluarga berkumpul di sekitar api unggun sambil membungkus diri dengan selimut agar tetap hangat.

“Kami hampir tidak bisa keluar rumah,” kata seorang ayah bernama Neset Guler, yang berkerumun dengan keempat anaknya. 

“Situasi kami adalah bencana. Kami lapar, kami haus. Menyedihkan,” ujarnya.

Pemerintah Turki telah mendeklarasikan “kewaspadaan tingkat 4” yang berarti mengizinkan bantuan internasional untuk masuk ke negara itu. Akan tetapi, status tersebut bukan keadaan darurat yang akan menyebabkan mobilisasi massal militer.

Pejabat AFAD, Orhan Tatar mengatakan, setidaknya ada 5.775 bangunan yang hancur akibat gempa dahsyat kemarin—yang diikuti oleh 285 gempa susulan. Selain itu, ada 20.426 orang yang terluka.

Badan bencana Turki itu mengungkapkan, 13.740 personel dari tim SAR (pencarian dan penyelamatan) dikerahkan dan lebih dari 41.000 tenda telah dibangun. Pemerintah juga menyediakan 100.000 tempat tidur dan 300.000 selimut telah dikirim di wilayah tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Prabowo ke Korban Gempa NTT di Nagekeo: MBG Mau Dilanjutkan atau Tidak?

1 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

2 hari lalu

Prabowo Langsung Gelar Rapat Penanganan Bencana Gempa saat Tiba di Nagekeo NTT

2 hari lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal