Tentara AS Tewas dalam Perang Iran Bertambah Jadi 18 Orang, 624 Luka

Anton Suhartono
Pentagon mengungkap 18 personel tentara AS tewas dan 624 lainnya luka sejak pecahnya perang melawan Iran pada 28 Februari (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) memperbarui data korban jiwa dan luka personel militer yang berperang melawan Iran di Timur Tengah. Sistem Analisis Korban Pertahanan (DCAS) mengungkap 18 personel tentara AS tewas dan 624 lainnya luka sejak pecahnya perang melawan Iran pada 28 Februari.

Korban tewas dan luka meningkat dalam perang terbaru yang pecah sejak 7 Juli. Departemen Pertahanan (Pentagon) diam-diam merevisi memasukkan tambahan empat orang tewas dan lebih dari 140 personel lainnya luka. 

Namun empat tentara AS yang tewas dalam perang terbaru ini tidak lagi tercantum dalam jumlah korban berdasarkan penghitungan resmi Pentagon, melainkan ditempatkan dalam kategori baru yang terpisah.

Jumlah korban yang direvisi juga menunjukkan peningkatan dramatis dari 482 korban luka yang tercatat beberapa hari sebelumnya. Para anggota parlemen dan jurnalis mempertanyakan mengapa angka korban resmi tidak bisa dijelaskan, bahkan di saat serangan Iran semakin intensif dan meningkat.

Pentagon pun buka suara mengomentari perbedaan data dengan menyebut ada masalah teknis.

Joel Valdez, penjabat sekretaris pers Pentagon, mengatakan keluarnya jumlah korban yang lebih rendah disebabkan gangguan data yang memengaruhi situs web DCAS, bukan ingin menyembunyikan jumlah korban sebenarnya.

Basis data hasil revisi juga memperkenalkan kategori baru yang diberi label "Operasi Luar Negeri". Pentagon belum menjelaskan kepada publik mengapa klasifikasi baru ini ditambahkan selama konflik aktif atau apakah hal tersebut mengubah cara pelaporan korban atau tidak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
7 jam lalu

Masih Loyo, Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Rp18.147 per Dolar AS

1 hari lalu

Kabur ke AS Setelah Kalah Pilpres, Flavio Bolsonaro Deklarasi Pemimpin Brasil yang Baru

1 hari lalu

Kalah dari Lula da Silva, Capres Brasil Flavio Bolsonaro Kabur ke AS untuk Hindari Kasus Korupsi?

1 hari lalu

Iran Peringatkan AS: Pusat Data hingga AI Akan Dihancurkan jika Perang Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal