Kaum separatis etnik Armenia di Nagorno-Karabakh memisahkan diri dari Azerbaijan ketika Uni Soviet runtuh pada 1991. Hal itu memicu perang yang merenggut sekitar 30.000 nyawa dalam beberapa tahun berikutnya.
Sebagian konflik itu kemudian mendingin, hingga terjadi kembali pertempuran pada 2020.