Tentara Prancis Bunuh Komandan Tertinggi Al Qaeda di Mali

Nathania Riris Michico
Tentara Prancis saat perayaan menandai peringatan kemerdekaan Mali yang ke-58 di Bamako pada 22 September 2018. (Foto: Michele Cattani/AFP)

Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe tiba pada Jumat malam di ibu kota Mali, Bamako, bersama dengan Menteri Pertahanan Florence Parly, dalam kunjungan untuk menunjukkan dukungan untuk Mali.

Sekitar 4.500 tentara Prancis dikerahkan sejak 2014 untuk merebut kembali utara negara itu setelah jatuh ke pejuang jihadis.

Sebelumnya, Parly menyebut pembunuhan komandan jihadis itu tindakan spektakuler, setelah perburuan yang berlangsung beberapa tahun.

"Kematiannya memberikan pukulan yang sangat keras bagi kelompok-kelompok teroris di Sahel," katanya.

"Ketika pasukan komando mendekat, mobil pick up (jihadis) melepaskan tembakan, mendorong helikopter untuk membalas tembakan," kata seorang jurub icara komando militer Prancis.

"Sebanyak 11 teroris, termasuk El Hamame, terbunuh," katanya.

El Hamame diduga terlibat dalam pembunuhan seorang warga negara AS pada 2009, Christopher Leggett, di Mauritania, bersamaan dengan serangan di tahun yang sama terhadap kedutaan Prrancis di Nouakchott.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
9 hari lalu

Lawan Trump, Negara Sekutu Denmark Ramai-Ramai Dirikan Konsulat di Greenland

Internasional
21 hari lalu

Prancis Ungkap Alasan Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Nasional
22 hari lalu

Prabowo Tiba di Tanah Air usai Kunjungi Inggris, Swiss dan Prancis

Nasional
23 hari lalu

Momen Macron Gunakan Bahasa Indonesia saat Sambut Prabowo di Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal