Tentara Ukraina Siaga Tempur Penuh usai Kapalnya Ditembaki Rusia

Nathania Riris Michico
Angkatan bersenjata Ukraina. (Foto: The state of Ukraine's Armed Forces)

"Ukraina kini menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," ujar Betsa.

Sebaliknya, FSB mengklaim apa yang terjadi di pantai Krimea adalah hasil provokasi Ukraina.

"FSB memiliki bukti tak terbantahkan bahwa Kiev mempersiapkan dan mengatur provokasi di Laut Hitam," kata FSB, dalam sebuah pernyataan.

"Bahan-bahan (bukti) ini akan segera dipublikasikan," tambah FSB.

Menanggapi ketegangan itu, Uni Eropa menyerukan Rusia dan Ukraina menahan diri untuk mengurangi ketegangan di Laut Hitam.

"Uni Eropa mendesak Rusia untuk mengembalikan kebebasan navigasi melalui Selat Kerch setelah Moskow memblokadenya," kata pihak Uni Eropa.

Krimea melalui referendum melepaskan diri dari Ukraina pada 2014, saat negara itu dilanda krisis ekonomi dan politik. Setelah melepaskan diri, Krimea menyatakan bergabung dengan Rusia.

Namun, Ukraina dan negara-negara Barat tak mengakui referendum dan menuduh Rusia menganeksasi wilayah tersebut. Setelah Krimea bergabung dengan Rusia, Presiden Vladimir Putin menerbitkan peta yang menyatakan Krimea bagian dari wilayah Rusia.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Putin Kutuk Percobaan Pembunuhan terhadap Trump

Internasional
2 hari lalu

Kapal Pesiar Supermewah Milik Miliarder Rusia Lintasi Selat Hormuz Tanpa Gangguan, Meledek AS?

Internasional
6 hari lalu

Para Ahli dari 5 Negara Kekuatan Nuklir Berkumpul di New York, Bahas Apa?

Nasional
6 hari lalu

ESDM: Impor 150 Juta Barel Minyak dari Rusia Bukan Cuma untuk BBM, Industri Kebagian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal