Tepis Putrinya Maju Capres, Duterte Sebut Presiden Bukan Pekerjaan untuk Perempuan

Anton Suhartono
Rodrigo Duterte (Foto: AFP)

"Yang paling penting ketika kita berbicara tentang presiden dan jabatan publik lainnya adalah menegakkan kepentingan orang miskin," katanya.

Filipina pernah dua kali dipimpin presiden perempuan, yakni Corazon Aquino yang menjabat dari 1986 hingga 1992 serta Gloria Macapagal Arroyo, dari 2001 hingga 2010.

Duterte dikenal dengan karena komentarnya yang kontroversial, termasuk menyinggung perempuan. Namun kantor presiden biasanya berdalih bahwa pernyataan itu hanya lelucon. Pria 75 tahun itu memang tidak populer di kalangan pemilih perempuan di Filipina.

Sementara itu Sara Duterte Carpio atau Inday (42) menggantikan Duterte sebagai Wali Kota Davao. Berdasarkan hasil polling baru-baru ini, Sara lebih diunggulkan untuk bisa menang dalam pemilu 2022.

Dua perempuan lainnya, yakni Wakil Presiden Leni Robredo dan Senator Grace Poe, juga masuk dalam radar lembaga survei namun tak sekinclong Sara.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Banyak Perempuan Sulit Kelola Keuangan, Risiko Penipuan Digital Meningkat!

7 hari lalu

Filipina Murka, China Gambarkan Rakyatnya sebagai Monyet dalam Video AI

15 hari lalu

Prabowo Sebut Banyak yang Tak Suka Pemerintah: Kampanyekan Indonesia Chaos di Medsos

21 hari lalu

Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal