Terancam Serangan Israel, Lebanon Khawatir Rumah Sakit Tak Mampu Tampung Pasien

Muhammad Fida Ul Haq
Israel meluncurkan serangan ke Lebanon sebagai balasan rudal Hizbullah (Foto: Reuters)

Jika bahan bakar habis, rumah sakit akan ditutup. "Kami tidak bisa hanya mematikan bagian dari rumah sakit," katanya.

Kondisi serupa dialami puluhan rumah sakit umum lainnya. Runtuhnya ekonomi Lebanon pada tahun 2019 membuat mereka hampir tidak mampu mengatasi krisis pelayanan.

Sekarang, konflik yang meningkat di perbatasan selatan dengan Israel mendorong sektor kesehatan ke dalam krisis baru. Para dokter khawatir perang terbaru di Timur Tengah dapat mendorongnya melewati titik puncaknya.

Pertempuran pecah di Lebanon setelah Israel dan Hamas berperang di Jalur Gaza pada 7 Oktober.

Sekutu Hamas, Hizbullah  melepaskan roket pada pasukan Israel. Israel kemudian membalas dengan membombardir kawasan perbatasan.

Kementerian Kesehatan Lebanon sudah menyebutkan anggarannya tidak lagi mencukupi untuk pelayanan masyarakat. 

"Rumah sakit mungkin dapat menyerap 40 hingga 50 luka seminggu, tetapi jika lebih dari itu, tidak ada rumah sakit di Lebanon yang akan bisa menangani dengan baik," kata pejabat Kemenkes Lebanon.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
18 jam lalu

Qatar Kutuk Netanyahu, Tak Terima Dituduh Cawe-Cawe Pemilu Israel

19 jam lalu

Iran Janjikan Pembalasan Ganas jika Pejabatnya Terbunuh akibat Serangan AS-Israel

20 jam lalu

Eisenkot Semprot Netanyahu: Hanya Orang Kalah yang Ingin Batalkan Hasil Pemilu

20 jam lalu

Rebut Kursi Parlemen Israel, Ini Alasan Yahudi Mantan Polisi Gabung Partai Islam di Pemilu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal