KARAKAS, iNews.id - Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello mengungkap detail dramatis di balik operasi militer Amerika Serikat (AS) pada 3 Januari 2026.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores ditangkap pasukan elite AS, Delta Force, namun kisah sesungguhnya di balik penangkapan mereka menunjukkan sisi kemanusiaan yang jarang terungkap.
Operasi penangkapan disertai dengan serangan besar-besaran militer AS ke Ibu Kota Karakas menimbulkan banyak korban jiwa. Menurut Cabello, 100 orang tewas akibat serangan tersebut.
Dalam pernyataan di stasiun televisi nasional, Cabello mengungkapkan detail tentang peristiwa traumatis tersebut. Sebenarnya pasukan AS hanya akan menangkap Maduro. Namun, saat akan membawa Maduro pergi, Cilia Flores menolak ditinggal sendirian.
“Jika kalian membawa suami saya, kalian juga harus membawa saya," kata Cobello, menirukan pernyataan Flores, dikutip Kamis (8/1/2026).