Terungkap, Ini Alasan Utama Tentara Wagner Berontak Gulingkan Pemimpin Militer Rusia

Anton Suhartono
Yevgeny Prigozhin (kanan) bersama tentara bayaran Wagner Group saat berperang di Ukraina (Foto: Concord via Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Pendiri sekaligus bos perusahaan militer swasta Rusia Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, diberi tahu bahwa tentara bayarannya tak bisa berperang di Ukraina lagi. Alasannya Wagner menolak meneken kontrak dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia untuk menyerahkan pasukannya di bawah kendali kementerian.

Anggota parlemen senior Rusia, Andrei Kartapolov, mengatakan alasan utama Wagner memberontak adalah aturan baru yang mengharuskan semua relawan yang berperang di Ukraina harus berada di bawah kendali kemhan.

Pria yang memimpin komite pertahanan di majelis rendah Duma itu menambahkan, Prigozhin menentang aturan tersebut dan tak mau menandatanganinya.

"Seperti Anda ketahui, beberapa hari sebelum percobaan pemberontakan, Kementerian Pertahanan menyatakan semua formasi yang melakukan tugas tempur harus menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan," kata Kartapolov, dikutip dari Reuters, Kamis (29/6/2023).

Dia menambahkan, semua pihak di luar militer Rusia yang ikut berperang di Ukraina setuju dengan keputusan tersebut, kecuali Prigozhin.

Prigozhin pada 11 Juni lalu menegaskan, tentaranya tidak akan menandatangani kontrak apa pun dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu. Bahkan dia menyebut Shoigu tidak pandai mengelola militer.

Setelah penolakan itu, Kartapolov mengatakan kepada Prigozhin, tentara bayarannya tidak bisa lagi berperang di Ukraina. Oleh karena itu Wagner tak akan mendapat uang lagi dari pemerintah.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Rusia Ancam Serang Kiev saat Peringatan Berakhirnya PD II, Minta Diplomat Asing Mengungsi

Internasional
17 jam lalu

Ukraina Umumkan Gencatan Senjata Victory Day 5-6 Mei, Rusia Pilih Berbeda

Nasional
3 hari lalu

Bahlil Bagikan Kabar Baik, Minyak Rusia Sebentar lagi Masuk Indonesia

Internasional
5 hari lalu

Rusia Sebut Perang Lawan Ukraina dan Negara Barat soal Eksistensi: Eropa Ingin Kami Hancur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal