Irak menjadi negara dengan kerusakan fasilitas diplomatik AS paling besar dibandingkan negara Timur Tengah lainnya. Di Kuwait, kerusakan fasilitas diplomatik AS diperkirakan hampir mencapai 15 juta dolar AS.
Sementara itu, kerusakan fasilitas diplomatik AS di Arab Saudi mencapai sekitar 11,5 juta dolar AS. Di Uni Emirat Arab (UEA), kerusakan tercatat sekitar 125.000 dolar AS.
Laporan tersebut menyebut fasilitas diplomatik AS di Bahrain, Israel, Yordania, Lebanon, dan Oman tidak mengalami kerusakan fisik akibat serangan Iran.
Selain kerusakan langsung, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS memperkirakan perang juga menimbulkan kerugian tidak langsung. Penundaan pembangunan fasilitas di sejumlah negara Timur Tengah diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 24,5 juta dolar AS atau lebih dari Rp400 miliar setiap bulan.
Perang Iran-AS pecah setelah militer AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah serta wilayah Israel.