Terungkap, Netanyahu dan Menhan Gallant Sembunyi di Bunker saat Israel Gempur Iran

Anton Suhartono
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menhan Yoav Gallant bersembunyi di bunker saat Israel melancarkan serangan udara ke Iran (Foto: Handout)

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan Israel, pemerintahannya siap untuk gencatan senjata, namun jika Iran diserang maka pembalasannya akan lebih dahsyat.

"Jika entitas Israel mengambil langkah atau tindakan apa pun terhadap kami, pembalasan kami akan lebih keras daripada sebelumnya," kata Araghchi.

Dia menjelaskan serangan Iran terhadap Israel pada 1 Oktober merupakan pembelaan diri yang sah berdasarkan Piagam PBB. Serangan itu merupakan pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran dan pemimin Hizbullah Hassan Nasrallah di Beirut. Haniyeh dibunuh saat menghadiri pelantikan presiden Iran yang baru, Masoud Pezeshkian.

“Tidak seperti Israel yang menargetkan daerah permukiman, kami hanya menyerang pusat-pusat militer. Kami tidak bermaksud melanjutkan serangan kecuali rezim Zionis memilih untuk melanjutkan serangannya," katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
2 jam lalu

Uni Emirat Arab Bantah Serang Iran: Kami Negara Berdaulat!

Internasional
3 jam lalu

Peringatan Keras Iran kepada UEA: Israel Tak Akan Bisa Melindungi

Internasional
6 jam lalu

Iran Sudah Curiga Uni Emirat Arab Dukung Serangan AS-Israel sejak Awal

Internasional
6 jam lalu

Israel-Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari

Internasional
6 jam lalu

Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Israel Diam-Diam Gerogoti Wilayah Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal