"Perang 12 hari dan serangan Israel terhadap target individu benar-benar menunjukkan kegunaan pendekatan itu," kata pejabat AS tersebut, menambahkan bahwa fokus militer adalah mereka yang terlibat dalam komando dan kendali pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Pengungkapan terbaru mengenai panargetan individu ini menunjukkan perencanaan yang lebih rinci dan ambisius dari AS untuk menggulingkan rezim berkuasa.
Pada masa jabatan periode pertama, Trump memerintahkan pembunuhan jenderal tertinggi Iran, Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds, sayap spionase luar negeri IRGC.
Soleimani terbunuh pada Jamuari 2020 di bandara internasional Baghdad, Irak, melalui serangan drone.