WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata menyiapkan rencana serangan terhadap kelompok Houthi Yaman, namun dibatalkan pada menit-menit terakhir. Serangan tersebut sedianya dilancarkan pada Minggu (20/9/2026).
Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip keterangan beberapa sumbet pejabat AS, melaporkan keputusan untuk membatalkan serangan itu diambil setelah para komandan militer menyetujui daftar target serangan ke Yaman. Para personel militer bahkan sedang memuat amunisi ke jet tempur yang disiapkan untuk operasi tersebut.
Laporan NYT mengungkap, Trump mulanya mengatakan enggan melancarkan serangan tersebut saat bertemu para penasihatnya pada Rabu pekan lalu. Namun keesokan hari, setelah berbicara lewat telepon dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dia memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) bersiap melakukan tindakan militer.
MBS mendesak Trump untuk melakukan intervensi karena kelompok Houthi merebut dengan cepat merebut wilayah-wilayah Yaman yang sebelumnya dikuasai pasukan pemerintah yang didukung Saudi.
Namun Trump mengubah keputusannya hanya beberapa saat sebelum misi tempur udara diluncurkan. Dia menunda rencana tersebut untuk saat ini.