Surasan menjelaskan, serangan udara Thailand ke Kamboja pada Senin merupakan pembelaan diri karena wilayahnya ditembaki lebih dulu.
"Mengenai serangan pendahuluan, Thailand bertindak dalam kerangka haknya untuk membela diri, dengan tunduk pada empat syarat, yaitu adanya ancaman mendesak, tidak adanya kemungkinan lain, proporsionalitas serangan balasan, dan penargetan serangan semata-mata pada sasaran militer, dengan tujuan menetralisir ancaman dan meminimalkan kerugian bagi penduduk sipil," katanya.
Sementara itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Thailand Sihasak Phuangketkeow menyampaikan perkembangan terbaru kepada negara-negara anggota ASEAN, Sekretaris Jenderal PBB, dan Presiden Dewan Keamanan PBB, terkait posisi Thailand dalam konflik dengan Kamboja.
Sihasak telah mengirim nota protes resmi kepada Kamboja. Dia juga menginstruksikan kedutaan besar dan konsulat Thailand di seluruh dunia untuk secara aktif mengomunikasikan sikap Thailand terkait bentrokan di perbatasan kepada pemerintah tuan rumah, media, dan sektor terkait.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Kamboja justru menuduh Thailand yang melanggar terlebih dulu. Kamboja mendesak masyarakat internasional untuk mengutuk pelanggaran Thailand atas Deklarasi Damai yang ditandatangani di hadapan Trump.