Sejak diizinkan kembali dibuka, Walmart dan toko-toko retail lainnya di seluruh Amerika mewajibkan para pegawai dan pengunjung mengenakan masker.
Namun, masih ditemukan orang-orang yang sengaja tidak memakai masker saat berbelanja. Kebanyakan mereka menyepelekan dan tidak percaya mengenai penyebaran Covid-19.
Penggunaan masker sempat jadi polemik di Amerika Serikat saat jumlah kasus Covid-19 di negara adidaya itu belum menyentuh angka jutaan. Bahkan, Presiden Donald Trump dan sekutu politiknya dengan tegas menolak penggunaan masker karena tidak melihat ada urgensinya.
Akan tetapi, Trump berubah pikiran setelah melihat lonjakan angka kasus baru Covid-19 di negaranya yang telah menembus 4 juta. Mulai pekan lalu, orang nomor satu di Amerika Serikat itu bersedia mengenakan masker saat tampil di depan publik.
Trump juga ikut mengkampanyekan gerakan memakai masker sebagai upaya memutus penularan Covid-19 yang diklaim sebagai alat propaganda China menyerang AS.
"Kami bersatu dalam upaya mengalahkan virus China yang tak terlihat, dan banyak orang mengatakan bahwa memakai masker di wajah Anda merupakan tindakan patriotik ketika Anda tidak bisa menjaga jarak," demikian isi kicauan Trump di Twitter.
Kasus kekerasan disebabkan tidak memakai masker juga pernah terjadi di Prancis. Seorang sopir bus harus meregang nyawa setelah dianiaya oleh penumpangnya yang dilarang naik ke bus karena tidak menggunakan masker sesuai dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan negara.