TEL AVIV, iNews.id - Para pemimpin oposisi Israel menyerukan warga untuk berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilu parlemen Knesset, Selasa (27/10/2026). Mereka mengajak pemilih tidak mendukung partai-partai koalisi pemerintah demi mengakhiri era Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pemimpin partai oposisi Yisrael Beiteinu sekaligus mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman secara terbuka menyerukan warga untuk menggunakan hak pilih mereka guna menghentikan pemerintahan Netanyahu.
“Pilihlah. Mari kita akhiri era Netanyahu dan pemerintahan kaum Haredim,” tulis Lieberman di media sosial X, merujuk pada kelompok Yahudi ultra-Ortodoks yang menjadi bagian dari dinamika politik koalisi pemerintahan Israel.
Jika koalisi pemerintah kembali meraih kemenangan, Netanyahu berpeluang melanjutkan jabatannya sebagai perdana menteri. Karena itu, para pemimpin oposisi berupaya menggalang dukungan pemilih untuk mendorong perubahan kekuasaan.
Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 hingga pukul 22.00 waktu setempat. Pemilu kali ini dipandang krusial bagi masa depan politik Netanyahu yang memimpin pemerintahan sayap kanan Israel sejak akhir Desember 2022.