Tokoh Reformis Iran Masoud Pezeshkian Menang Pilpres, Begini Tanggapan AS

Anton Suhartono
Masoud Pezeshkian terpilih sebagai presiden Iran yang baru (Foto: Reuters)

"Tapi tentu saja, kami tidak punya ekspektasi apa pun bahwa hal itu mungkin terjadi," tuturnya.

Pezeshkian merupakan kandidat dari kelompok reformis yang pandangannya lebih pro-Barat, ketimbang calon dari garis keras. Meski demikian, kewenangannya bakal dibatasi, termasuk terkait kebijakan yang sensitif, seperti soal hukum dan perjanjian nuklir dengan negara-negara Barat. 

Iran menggelar pemilu yang dipercepat untuk mencari pengganti Ebrahim Raisi yang meninggal akibat kecelakaan helikopter. Pemenang pilpres memiliki keterbatasan wewenang, namun bisa menentukan dalam pemilihan pemimpin tertinggi yang baru untuk menggantikan Khamenei yang sudah berusia 85 tahun.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Penembakan SD di Oregon Tewaskan 3 Anak, Pelaku 16 Tahun Ditembak Mati Warga

2 hari lalu

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Terpidana Nidal Hasan

2 hari lalu

Ngeri! AS Dilaporkan Bakal Gunakan Amunisi "Ibu dari Segala Bom" Serang Iran

2 hari lalu

Digunakan Saudi Tangkis Serangan Houthi, Ini Kelebihan dan Kekurangan Rudal Patriot

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal