Transformasi Kontroversial Gereja di AS yang Kini Jadi Masjid 'Mosque of Jesus, Son of Mary'

Nathania Riris Michico
Masjid Isa Ibn Maryam, Mosque of Jesus, Son of Mary di New York. (FOTO: Flickr)

Mengingat bangunan itu tadinya adalah Gereja Katolik Roma dan bernama Gereja Holy Trinity, tentu banyak sekali simbol-simbol Kristen di dalam dan luar bangunan itu. Komunitas muslim pun terpaksa berhadapan dengan Dewan Preservasi Bangunan Bersejarah Syracuse untuk memperoleh izin membuang dan menganti simbol-simbol itu.

Setelah proses yang cukup panjang, pengurus masjid itu akhirnya diperkenankan mencabut simbol-simbol Kristen, seperti salib, selama tidak mengubah keaslian bentuk bangunan.

Pengurus melakukan sedikit perbaikan terhadap dinding, langit, dan atap bangunan yang kosong selama empat tahun itu.

Para pengurus tidak mengubah dekorasi interior bangunan gereja itu yang merupakan hasil kerajinan tangan. Mereka juga tidak mengganti jendela-jendelanya, hanya menambahkan ornamen-ornamen bernuansa Islam, seperti hiasan dinding kaligrafi bahasa Arab.

Sewaktu berada di dalam masjid itu, banyak pengunjung merasa seolah berada dalam ruangan yang merupakan paduan antara gereja dan masjid.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Utusan Khusus Presiden Gandeng Kemenkop, Siapkan 12.000 Masjid Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Internasional
7 hari lalu

Bom Meledak di Masjid saat Salat Jumat, 8 Orang Tewas

Internasional
8 hari lalu

Ledakan Guncang Masjid saat Salat Maghrib, 5 Jemaah Meninggal

Destinasi
14 hari lalu

Ajaib Masjid di Aceh Tamiang Berdiri Kokoh dari Terjangan Banjir Bandang, Jadi Penyelamat Satu Kampung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal